Punggawa bingung akan nasibnya sendiri !!!

Catatan Perjalanan, Gado Gado, Instropeksi Diri  Tagged , , , , , , , No Comments »

Alkisah ada obrolan punakawan antara bagong dng petruk. Berikut kutipan obrolannya:

Mas petruk, knapa sich keadaan negeri kita tetep aja begini, kata bagong penuh tanya?
Gong, aku yg udah lama aja nasib nya blum jelas apakah aku akan diangkat sebagai prajurit di negeri impian ini. Kata bapak kita (semar), sesuai kitab suci keprajuritan harusnya udah jadi prajurit, tukas petruk ke adiknya.
Emang mas Petruk udah berapa lama “ngawulo” pada kerajaan negeri impian? Tanya bagong.
Aku dah lama kalau gak salah, raja negara tetangga dah berganti 3 raja. Jawab petruk.
Lah tapi knapa koq status keprajuritan mas Petruk koq masih ajeg, sergah bagong.
Nah itu dia, kata punggawa kerajaan negeri kita itu kekurangan stok uang emasnya, gara gara upeti dari para tumenggung gak lancar.
Lah kenapa punggawa gak mengajak seluruh rakyatnya bersama sama mengupayakan agar kegiatan kreatif para tumenggung sehingga upeti ke punggawa kerajaan meningkat yg selanjutnya bisa menjadikan kesejahteran rakyat dan khususnya prajurit lebih layak, tukas bagong.
Boro boro Gong, punggawa mikirin nasib prajuritnya, mikir nasib dirinya nanti pas akhir taun aja belum jelas, apa bisa kepilih lagi jadi punggawa…tegas Petruk.
Lah trus siapa yg mau memperjuangkan nasib para prajurit negeri impian ini, tanya Bagong bingung, dan Mas Petruk ndomblong.

Catatan menjelang peringatan May day 2009.
Ditulis diatas KRL.
ES

Sukses Mulia

Catatan Perjalanan, Gado Gado, Instropeksi Diri  Tagged , , , , , , , , , No Comments »

By Jamil Azzaini & Indra

Expert * Aset * Epos

rumus untuk sukses mulia.
Rumus motivasi: to be x to have x valensi
rumus diatas ada kesalahan rumus karena akan menghambat proses menjadi expert dan bahkan mencelakan masa datang, ya itu to have terlalu tinggi, nafsu terlalu tinggi.
To have tinggi akan menghambat menjadi expert. Karena apa apa serba hitung. To be dan valensi gak naik. Hasilnya to have tinggi motivasinya akan turun.
Kunci mau maju, to be dan valensi dinaikan dgn menurunkan to have. Faktanya kalau itu dilakukan scr fokus otomatis to have mengikut.

optimalkan, aset fisik/metafisik, kecerdasan dan hati.
Untuk meningkatkan stamina fisik. Olah nafas, olah raga, olah makan.
PMK : perut mendahulu karir, jangan banyak karbohidrat di atas jam 8 malem.
Bekerja cerdas, bukan bekerja keras.
Kotoran hati: carmuk, ingkar, pelit, sombong, dengki, egois, sering mengeluh, kurang bersyukur, males.
Penyakit hati akan menjadi energi negatif.

Epos : energi positif.
Hukum kekekalan energi. Jumlah usaha = hasil usaha.
Apa bila hasilnya tidak 100%. Maka selebihnya adalah TE : tabungan energi.
Orang yg di bwh 40 kurang senyum, di usia akan menderita.

TE cair dalam bentuk 4 TA : harta, tahta, kata, cinta.
TE dan PAHALA untuk mendapatkan ke2nya. Lakukan karena ibadah kepadaNya.

Jadi tebarlah, epos, epos, epos. Pasti harta, tahta, kata dan cinta akan mengikutinya.. By JAMIL AZZAINI & Indra

Bolehkah kita ” MEMAKI “

Catatan Perjalanan, Gado Gado, Instropeksi Diri  Tagged , , No Comments »

Dalam perenungan/kontemplasi ku, aku berpikir… boleh gak sich kalau kita memaki. Memaki dalam arti kamus “mengucapkan kata-kata keji, tidak pantas, kurang adat untuk menyatakan kemarahan atau kejengkelan: ….. Memaki bisa dipastikan tidak akan luput dari kehidupan seseorang, Memaki merupakan bentuk luapan emosi dan cenderung lebih ke sifat negative.

Namun bolehkan kita memaki… adakah “adab” memaki yang santun…???? menurut pendapat saya, memaki masih boleh walau banyak sisi negatifnya. Sebaiknya kita hindarkan, namun kalau sebagai bentuk expresi dalam meluapkan emosi masih di perbolehkan. Dasar yang saya pakai pengalaman hidup dengan prinsip : lakukan setiap tindakan kita sesuatu yang ada manfaatnya bahkan kalau bisa paling banyak manfaatnya.

Tadi dari perjalanan hidupku sering di hadapkan dalam suatu pilihan, yang didasarkan pada prinsip lakukan sesuatu yang mempunyai Mudzarat paling sedikit. jadi kalaupun pilihannya anda harus memaki maka pikirkanlah “memaki” yang dampaknya paling kecil bagi diri anda ataupun bagi yang kita “maki”. dengan harapan setelah kita memaki emosi kita yang sudah memuncak akan kembali stabil.

ada tips untuk memaki (menurut saya) : 1. memaki adalah pilihan terakhir, 2. Yakinkan bahwa efek memaki berdampak paling kecil mudzaratnya, 3. gunakan bahasa yang orang yang kita maki tidak paham misalnya, orang Bule kita maki pakai bahasa lokal, emosi kita tersalurkan tetapi yang bersangkutan gak terlalu sakit hati. walau bahasa non verbal cukup signifikan atas kemarahan orang lho.

Semoga bermanfaat, silahkan kritik saya atas tulisan ini.bukan saya mengajarkan orang untuk memaki tetapi yang kami sampaikan adalah bagimana memaki dengan mudzarat paling kecil. yang munkin ini bagian dari kampanye global tentang ” Risk Reduction “.

Salam, Wien

Syukur pada - Nya karena lidahmu

Catatan Perjalanan, Instropeksi Diri  Tagged , 1 Comment »

Tadi siang aku bersama temen2 kerja di ruanganku makan ke salah satu warung kebiasaan kami makan siang. Sungguh nikmat makan yang saya pilih, memang ini seperti halnya hari hari lain nya.
Tipe warung yang kami pilih biasa saja, bahkan masih dijumpai harga pecahan ratusan rupiah (mis:8.200 rp). Masih tergolong murah untuk ukuran warung di jakarta. Warung ini memang jadi favorite temen2 saya.
Sepanjang kami menikmati makanan yg kami pilih. Sambil ngobrol santai adalah hal yg hampir pasti kami lakukan, ya perihal pekerjaan, keluarga atau masalah politik kadang menjadi salah satu topik bahasan kami.
Tulisan ini saya buat manakala ada salah satu temen yg order terakhir, tetapi selesa paling awal. Salah satu temenku mengomentarinya ! Wah cepet ya makannya. Dijawablah olehnya. Ya aku kalau makan emang cepat. Sambil saya menimpalinya, “yg dinamai makanan enak kan, makanan yg lewat lidah, artinya itu hanya menipu lidah kita aja, timpalku. Karena makanan setelah melewati lidah hanya didapatkan dampak kenyang.
Dari cerita diatas, dapat aku tuliskan bahwa: manusia manakala makan merasa “enak” itu adalah hasil assesmen yg dilakukan oleh lidah yg selanjutnya melapor ke otak, dan otak merespon dgn memberi perintah ke mulut untuk bersuara sehingga keluar kata “ENAK”. Jadi lidah lah yg berperan cukup penting dalam mengenali indikator enak, yang berfungsi sebagai indra pengecap.
Jadi sudah sepatutnya kita bersyuku bisa menikmati makanan enak karena peran lidah kita. Beberapa bukti. Tanyakan orang yg di infus, apakah dia merasa enak isi botol infus itu?. Bukti lain adalah orang yg diberi makan yg dicairkan dan dimasukan lewat selang melalui mulutnya tanpa menyentuh lidah. Apakah dia merasakan enaknya makanan itu? Sudah pasti jawabannya adalah TIDAK.
Semua itu karena peran dari LIDAH kita. Makanya mari kita slalu mensyukuri nikmat makanan karena peran lidah kita.
Smoga bermanfaat. Kutulis di KRL dari padatnya penumpang KRL Ekonomi AC.

Rejeki siapa yang ngatur ?

Catatan Perjalanan, Gado Gado, Instropeksi Diri  Tagged , , No Comments »

Ini adalah catatan kecilku yg merupakan refleksi saya pribadi terhadah ALLAH swt. Catatan ini kutulis dari pengalaman pribadi dan diperkuat bukti yg saya temui.

Baru saja aku melihat disalah satu pojok stasiun kota, disana terlihat sekelompok pedagang kaki lima di samping gerbong kereta, mungkin saudara bisa membayangkan gambaran ini. Nyata sekali, jenis barang yg dijual rata rata sama: pecel lontong, bihun goreng, mie goreng juga tempe, pisang dll yg serba goreng. Jumlah yg dijual hampir smua banyak.

Namun sepintas terlihat olehku dari pintu gerbong yg terbuka, tak ada persaingan diantara 7 atau 8 penjual tersebut. Hal ini aku simpulkan dari komunikasi mereka baik sembari melayani pembeli atau setelahnya. Mereka smua gembira. Bahkan pernah tertawa lepas stelah salah satu penjual bercerita perihal yg lucu.

Tak terlihat olehku rasa bersaing sesamanya untuk merebut hati pembeli. Aku jadi berpikir, apakah mereka telah ikhlas menjalani tahapan iktiarnya. Selain doa tentunya. Tetapi sikap berserah diri pada-Nya lah yg mereka lakukan, sehingga mereka begitu enjoy? Atau pemahaman rejeki toh takan kemana? Yang peng niat, ihtiar dan tawakal.

Bisa jadi pertanyanku semuanya akan di jawab YA oleh smua pedagang tadi. Karena memang REJEKI, ALLAH Yang mengaturnya. Tinggal bagamana umatNya mau menyikapinya.
Karena kebenaran hanya milik Allah swt.

Penemu HIV mendapatkan Nobel ” Luc Montagnier”

HIV  Tagged No Comments »

Dalam banyak tulisan bahwa penemu virus HIV ( human immunodeficiency virus ) virus penyebab AIDS ( acquired immune deficiency syndrome) di sebutkan adalah dua orang yaitu : Luc Montagnier dan Robert Gallo kedua nya dari Prancis. namun setelah beberapa tahun terakhir akhirnya panelis hadiah Nobel telah menganugerahkan kepada Luc Montagnier adalah sebagai penemu HIV yang telah di publikasikan dalam website hadiah nobel.

Maka kini jelas sudah siapakah yang di tetap kan oleh dunia penemu HIV adalah Bapak Luc Montagnier . namun bukan berarti apa yang telah di lakukan oleh Pak Robert Gallo tidak berarti, wal.aun dalam beberap cataan apa yang di kemukakan oleh Pak Gallo dianggap melakukan kesalahn, Gallo sendiri malah divonis Badan Integritas Riset (ORI) yang dibentuk Depkes  AS melakukan manipulasi ilmiah (scientific misconduct).

Namun, dalam pengadilan banding 12 November 1993, Gallo dinyatakan tidak bersalah oleh Panel Banding Integritas Riset (RIAP). Tak urung reputasi keilmuwanan Gallo sudah telanjur hancur. Yang jelas, sejak awal praduga Gallo tentang HIV itu serumpun dengan HTLV I dan II yang menyebabkan limfosit berkembang liar menjadi leukemia sudah salah karena Montagnier dan timnya justru mengamati bahwa LAV atau HIV justru membunuh sel-sel limfosit yang diinfeksinya.

Namun kesuksesan Pak Luc adalah betapapun Gallo tetap berjasa, meletakkan anak tangga temuan teknik isolasi dan perbanyakan retrovirus sehingga Montagnier dan timnya dapat menapak anak tangga kemajuan ilmu berikutnya.

sumber : nobel dan kompas

Tarsius si monyet kecil yang lucu di Bitung

Catatan Perjalanan, Dunia Hewan  Tagged No Comments »

Hanya rasa Syukur kepada Allaw swt yang patut saya berikan … dalam kesempatan yang indah ini. dalam misi tugas dari tempat kerja, saya berkesempatan untuk melihat salah satu koleksi hewan hewan nusantara yang di kelola secara pribadi, ada sekitar hampir seratus koleksi hewan di kebun binatang mini di wilayah aertembaga kota Bitung. dari sekian banyak koleksi yang dimikinya saya tertarik dengan hewan primata kecil yang hidup aktif di malam hari ” nocturnal” berikut diskripsi singkat tentang hewan ini :

Tarsius adalah suatu jenis primata kecil, memiliki tubuh berwarna coklat kemerahan dengan warna kulit kelabu, bermata besar dengan telinga menghadap ke depan dan memiliki bentuk yang lebar. Nama ilmiahnya : Tarsius spectrum.

Nama Tarsius diambil karena ciri fisik tubuh mereka yang istimewa, yaitu tulang tarsal yang memanjang, yang membentuk pergelangan kaki mereka sehingga mereka dapat melompat sejauh 3 meter (hampir 10 kaki) dari satu pohon ke pohon lainnya. Tarsius juga memiliki ekor panjang yang tidak berbulu, kecuali pada bagian ujungnya. Setiap tangan dan kaki hewan ini memiliki lima jari yang panjang. Jari-jari ini memiliki kuku, kecuali jari kedua dan ketiga yang memiliki cakar yang digunakan untuk grooming.

Yang paling istimewa dari Tarsius adalah matanya yang besar. Ukuran matanya lebih besar jika dibandingkan besar otaknya sendiri. Mata ini dapat digunakan untuk melihat dengan tajam dalam kegelapan tetapi sebaliknya, hewan ini hampir tidak bisa melihat pada siang hari. Kepala Tarsius dapat memutar hampir 180 derajat baik ke arah kanan maupun ke arah kiri, seperti burung hantu. Telinga mereka juga dapat digerakkan untuk mendeteksi keberadaan mangsa.

Tarsius adalah makhluk nocturnal yang melakukan aktivitas pada malam hari dan tidur pada siang hari. Oleh sebab itu Tarsius berburu pada malam hari. Mangsa mereka yang paling utama adalah serangga seperti kecoa, jangkrik, dan terkadang reptil kecil, burung, dan kelelawar. Habitatnya adalah di hutan-hutan Sulawesi Utara hingga Sulawesi Selatan, juga di pulau-pulau sekitar Sulawesi seperti Suwu, Selayar, dan Peleng. Tarsius juga dapat ditemukan di Filipina.

by : exkuwin suharyanto menulis di : www.exkuwin.wordpress.com sumber : wikipedia dan www.fr.fotolia.com

Kurang perhitungan di lorong pepaya kota Bitung

Catatan Perjalanan, Gado Gado, HIV, PMI  Tagged No Comments »

Dalah kesempatan mengunjungi kota Bitung, Sulawesi Utara dalam acara penilaian awal program HIV yang akan di bantu oleh negara sahabat, Palang Merah Belanda. ada hal yang menarik dan perlu di bagi dengan temen temen semua.

Kejadian ini setelah seharian kita banyak berbagi informasi antara tim penilai dengan tuan rumah, akhirnya di sepakati untuk melakukan observasi tempat tempat yang di nilai paling rawan terhadap penularan HIV di Kota Bitung ini… salah satu tempatnya adalah ” lorong pepaya ” .. saya tidak paham mengapa tempat / jalan ini di kenal dengan sebutan lorong pepaya. ternyata lorong ini adalah tempat mangkalnya para pekerja sek yang hadir di kota pinggir pelabuhan ini entah karena apa alasan utamnya, tetapi dari ceritanya banyak sich mereka yang notabene sebagi “pelaut” mampir untuk sekedar melapas kebutuhan biologis sesaatnya.      selanjutnya dalam : exkuwin

Alquran dan Internet

Gado Gado, Instropeksi Diri, Teknologi Informasi  Tagged No Comments »

Assalamulaikum wr. wb.

Saudaraku … sedikit hasil iseng iseng browsing internet akhirny akutemukan salah satu dari sekian banyak website yang tersedia. setelah aku coba aplikasinya ternyata sangat membantu buat diri saya… dalam webiste tersebut terdapat 45 bahasa seluruh dunia.

Bagi kita bangsa Indonesia bisa langsung clik yang bahasa Indonesia selaian kita bisa menemukan dalam tulisan arab disitu telah tersedia pula terjemahannya, dan keuangtungan lain adalah kita bisa mendengarkan pula bacaan nya tinggal disesuaikan dengan pilihan kita.

Catatan untuk bisa menjalankan ini memang harus tersambung dengan internet, saya belum mencoba untuk menyimpannya di dalam kondisi internet offline.

Selamat mencoba bagi yang berminant.

Salam Exkuwin, menulis di : www.exkuwin.wordpress.com

Memaknai 63 tahun lahirnya Palang Merah Indonesia

PMI  Tagged No Comments »

Hari ini institusi saya bekerja tepat memasuki usia yang ke 63 tahun, usia yang tidak tergolong muda lagi. Palang Merah Indonesia atau masyarakat mengenal dengan singkatan PMI ( Indonesian Red Cross ). Lahirnya PMI pada 63 tahun yang lalu, tepatnya satu bulan setelah negara Indonesia Merdeka 17 September 1945, di semangati semangat bangsa yang bergejolak untuk membantu tugas tugas negara, karena sesuai dengan tujuan PMI adalah ” auxilary to government ” bukan mengambil alih tugas-tugas pemerintah.

Dari tahun ke tahun bertambahnya usia organisasi PMI semakin di rasakan kehadiranya dan di rasakan manfaatnya oleh semua pihak baik unsur pemerintah, institusi non pemerintah, masyarakat khususnya masyarakat yang masuk dalam ” vulnerable people” / rentan. Tumbuh dan berkembangnya PMI tidak luput dari dukungan masyarakat, baik masyarakat Indonesia maupun masyarakat Internasional ( Perhimpunan Palang Merah Nasional) / Palang Merah Negara Lain.

Semakin tinggi pohon tumbuh mejulang tinggi ke udara, makin besar juga terpaan angin yang menggoyang pohon,  yang bisa berakibat pohon tersebut menjadi bergoyang mengikuti gerakan angin, bahkan bisa menjadi tumbang, mana kala batang dan akarnya tidak terlalu kuat. PMI yang di ibaratkan sebagai sebuah pohon bisa berguna bagi yang lain tetapi penuh dengan tantangan “angin” kehidupan.

Oleh karena itu dengan semakin matangnya usia PMI, patut kiranya kita semua sebagai bagian dari sumber daya PMI hendaknya secara bersama-sama dan bahu membahu untuk  mewujudkan ” Bersama Untuk Kemanusiaan ” sebuah tema yang mudah untuk di ucapkan tetapi penuh dengan tantangan untuk bisa mewujudkannya. PMI selalu mengikuti perkembangan kehidupan, yang berarti dalam bentuk pelayanan PMI selalu mengikuti perkembangan kebutuhan masyarakat, termasuk juga isu yang sedang hangat sekarang ini seperti : Perubahan Iklim yang turunanya banyak sekali baik, munculnya krisis pangan, krisis air serta munculnya berbagai penyakit yang tidak mudah untuk mendapatkan penanganan.

Dengan “ Bersama untuk kemanusiaan” ini adalah sebuah ajakan yang luas bukan hanya untuk sumber daya manusia PMI tetapi semua pihak yang telah turut serta membesarkan PMI. bukan kah dengan kita selalu bersama segala beban yang di hadapi akan bisa teratasi. Insya Allah…..  Saudaraku marilah kita selalu bersama-sama untuk mewujudkan pelayanan kemanusiaan kepada masyarakat yang paling rentan…. Mari Saudarku jangan patah semangat untuk terus berjuang demi kemanusiaan.

Sedikit komentar dengan peringatan HUT PMI, peringatan yang sederhana ini beberapa pertanyaan dari beberap PMI Daerah/Cabang lain menimbulkan pro dan kontra.. ada yang berkomentar peringatan yang sederhana sangat sesuai dengan kondisi Indonesia yang masih sedang berjuang untuk dapat meningkatkan dari sisi ekonomi namun sebagai lain ada yang berkomentar peringatan tanpa upacara dirasa kurang mendukung semangat kebersamaan dan semangat kebanggaan akan institusi yang kita miliki…. muncul kebangaan ….. Bagaimana dengan saudara menanggapi nya… ? yang patut kita lakukan adalah selalu bersyukur atas nikmat yang telah kita terima dariNya… apalagi sekarang ini bulan yang penuh berkah bulan Ramadhan… Selamat HUT PMI yang ke 63 semoga PMI makin jaya dalam memberikan pelayanan kemanusian untuk masyarakat yang membutuhkan…..

By : Exkuwin Suharyanto menulis di : www.exkuwin.wordpress.com


Theme & Icons by N.Design Studio.
Entries RSS Comments RSS Log in